Assalamualaikum Sahabat Bumi, kenalan dulu yuk… Namaku Teni. Teman-teman di Regional Supenci biasa memanggilku dengan sebutan BunTen.
Kali ini aku mau berbagi cerita pengalaman dalam memilah sampah. Sebelum ikut Kabin ZeroWaste nya Kampung Bakat , sudah ada sedikit tahu gimana cara nya memilah sampah yang baik. Memisahkan antara sampah organik dan Anorganik. Tapi dalam praktiknya terkadang tidak seperti teori. Salah satu faktor penyebab utamanya adalah tidak konsisten, malas, atau moodian. Sehingga kadang-kadang buang sampah tanpa memilah. Jangan ditiru ya… 😬
Itu dulu. Sekarang setelah ikut kabin zerowaste, dilatih dan dibiasakan lagi untuk konsisten memilah sampah. Bahkan di Game pertama ini kami para shipper ditugaskan untuk menimbang berat sampah harian kami, lalu memilahnya. Berapa berat sampah organik dan berapa berat sampah anorganik yang dihasilkan dalam 1 hari. Di game pertama ini karena aku belum punya timbangan jadi mengukur sampahnya menggunakan rumus para emak-emak yaitu rumus perkiraan 😅.

Kira-kira seperti inilah penampakan jumlah sampahku dalam sehari itu.
Berat sampah harianku pastinya tidak selalu sama, yang paling banyak adalah sampah dari sisa bungkusan plastik jajanan anak, sisa potongan sayur, kulit buah, cangkang telur, bahkan kadang nasi basi😫.
Dalam memilah sampah sendiri tidak terlalu sulit , kami pisahkan sampah anorganik dan organik. sampah organik dan anorganik yang tidak bisa didaur ulang masih berakhir di TPA. Untuk botol-botol, kardus kami kumpulkan untuk diberikan ke pencari rongsok. Tapi sekarang karena sudah belajar di kabin Zero Waste Alhamdulillah menambah ilmu bagaimana untuk bisa mengolah sampah organik sendiri dari rumah. Semoga saya bisa istiqomah.


Tinggalkan komentar