Penulis: Hikmawati
Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada tahun 2020, komposisi sampah nasional paling tinggi berasal dari sampah rumah tangga.
Eco enzyme adalah salah satu solusi mudah, murah untuk mengolah sampah agar tidak berakhir di TPA.
Eco enzyme adalah cairan alami serba guna yang merupakan hasil fermentasi sampah organik dapur ( kulit buah, sayur) campuran air dan gula.
Eco enzyme ditemukankan oleh Dr. Rosukon Poompanvong pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand, yang melakukan penelitian selama 30 thn.
Siapa Penemu Eco – Enzyme?
Berikutnya diperkenalkan secara lebih luas oleh Dr. Johan Oon, Seorang peneliti Naturopathy dari Penang Malaysia.
Cara Membuat Eco Enzyme
Membuat Eco Enzyme mudah dan murah yang paling penting ada keinginan, keberanian mencoba. Yakni pasti bisa dan tidak gagal.
Nah membuat eco enzyme juga ada rumusnya juga loh.
1: 3 : 10
Gula : BO/Bahan organik : Air
(Agar hasil maksimal sebaiknya membuat Eco Enzyme sesuai rumus)
Jumlah yang disarankan:
- Vol maksimal air 60 %
Jika volume wadah 10 liter, maka sebaiknya:
- Air = 6 ltr = 6 kg
- Gula = 600 gram
- Buah/ sayur = 1.800 gram.
Air yang bisa digunakan adalah:
- Air hujan
- Air isi ulang
- Air golongan
- Air pembuangan AC
- Air PDAM diendapkan 24 jam, agar kaporit mengendap dan bisa dipisahkan.
Jenis gula yang digunakan adalah:
- Molase cair
- Molase kering
- Gula aren
- Gula tebu
- Gula pasir ( tidak direkomendasikan) karena sudah melalui proses kimia.
Kriteria wadah yang digunakan:
- Berbahan plastik
- Memiliki tutup bermulut lebar
Wadah yang tidak disarankan:
- Kaca, rentan pecah.
- Wadah bermulut kecil ( Galon, botol air minum mineral) bisa meledak.
- Jika ingin menggunakan wadah berukuran kecil harus sering buka tutup. Bisa menggunakan selang untuk mengeluarkan gas.
Langkah pembuatan:
- Bersihkan wadah, pastikan bersih dari sisa sabun atau cat jika menggunakan wadah bekas cat
- Ukur volume
- Masukkan air bersih sebanyak 60%
- Masukkan gula
- Masukkan potongan sisa buah dan sayur yaitu 30% dari berat air lalu tutup rapat
- Beri label tanggal pembuatan dan panen
Catatan:
- 1 minggu pertama buka tutup untuk membuang gas
- Aduk di hari ke 7
- Aduk di hari 30 ( kecuali jika ada mama Enzyme
Setelah cukup 3 bulan saatnya untuk panen, Untuk pengobatan cocok eco enzyme 6 bulan ke atas. Semakin lama umur eco enzyme maka kualitasnya semakin baik dan tidak ada masa kadaluarsa.
Sampah dapur organik yang tidak bisa gunakan untuk membuat Eco Enzyme ada juga loh….
- Sudah dimasak, direbus atau digoreng
- Kering dan keras kulit luar dan dalam.
- Berlemak ( buah advokat, kelapa, durian)
- Buah yang bergetar seperti nangka ampas kelapa dan buah
Jika sampah dapur yang tidak bisa diolah menjadi eco enzyme, bisa dibuat kompos.
Seperti itulah proses pembuatan eco Enzyme. Dicoba aja dulu, jika sudah merasakan manfaatnya. Ingin membuat terus eco enzyme. He he he
Jika menginginkan kualitas eco enzyme lebih baik, menggunakan buah dan sayur minimal 5 macam. Sebaiknya lebih banyak kulit buah dibandingkan sampah sayur..
Just Do It. Dr Rosukon.
Selamat Mencoba.
Sumber:
- Modul Eco Enzyme Nusantara
- Bhaktilingkungan.or.id


Tinggalkan komentar